Puisi

Kita, sekolah, dan kala itu
Di antara bangku-bangku yang berderet rapi,
Matamu menyapa, senyum diam-diam tersembunyi,
Di lorong sempit dengan deru langkah bertali,
Jantungku bergetar, terpikat tanpa permisi.
Kertas-kertas berlipat terselip di buku,
Tulisan tanganmu, rahasia kecil yang jujur,
Sebuah kata, mungkin tak bermakna bagimu,
Namun jadi alasan aku bergegas dan gugup.
Waktu berlalu di bawah lonceng yang berbunyi,
Kita duduk bersama, seakan tiada yang peduli,
Dunia terasa kecil, hanya ruang kelas ini,
Menunggu hari esok, bertemu lagi dan lagi.
Kini kau dan aku, kisah yang sederhana,
Tertulis di memori, meski tak selalu nyata,
Sebuah cinta di sekolah yang mungkin sementara,
Namun takkan pernah hilang dalam cerita.
Diasti_
0
Tags :