
Siluetmu dalam cahaya senja
Pancaran senja menegur jiwaku, merayu melalui tatapan ayu, di bawah cakrawala yang merdu.
Memikat senja yang semula jauh di mata, menjadi menyatu di dalam relung jiwa.
Sampai kapan pun sandyakala itu akan tetap amerta dalam kalbu,
Sebab keelokannya takkan pernah hilang dari serangkaian ingatan.
Senja merangkak pelan di batas cakrawala,
Kilau jingga membisikkan rindu yang tak terucap,
Dalam siluetnya, kuingat wajahmu yang samar,
Seperti bayangan yang enggan hilang di antara sisa cahaya.
Mungkin saja kau terlihat indah,
Sinarmu jelas menyerlah,
Tapi mengapa detikmu buatku lelah?
Tampaknya terlihat lembut,
Namun keindahannya dapat membuatku sakit.
Walau terasa sakit, aku tetap ingin ditemani senja.
Yang dapat menjadi teman berbicara, tidak ada rasa kecewa jika dengannya.
Biarkanlah rasa ini pergi diiringi senja,
Karena sudah seharusnya rasanya pergi untuk selamanya,
Sedangkan senja akan terus ada untuk selamanya.