Untuk arah pulangku #2
Di bawah mentari, engkau berdiri teguh, Membendung lelah, menata langkah jauh. Dengan tangan kasar, tapi hati selembut sutra, Engkaulah pelita di kala gulita. Pada malam sunyi, engkau tetap terjaga, Mengurai mimpi agar kami tak terluka. Doamu mengalir seperti sungai abadi, Menyejukkan jiwa dalam hari-hari sepi. Beban di pundakmu tak pernah kau adukan, Segala rintangan kau lalui dengan keikhlasan. […]