
Rasa yang kokoh
Kulayangkan doa di langit senja,
melepas genggam yang pernah ada,
pada cinta yang kini tiada rupa,
jika merelakan adalah jalan dewasa.
Maka akan ku usahakan sampai hati ini hampa.
Luruh perlahan namun tak kunjung lemah,
menyapa esok dengan langkah tabah,
karena di balik lepas yang ramah,
ada kalbu yang tak lagi resah,
Di setiap langkah yang kujalani,
kucoba tenang, belajar bangkit kembali,
namun waktu terus meminta lupa,
nyatanya melupakan tak semudah kata.
Melupakan bukan sekedar hilang ingatan,
Tapi mengikhlaskan suatu hal pergi dalam diri.
Relakanlah yang tak dapat kupunya,
seperti air mengalir ke muara,
walau pernah saling menjaga rasa,
serta banyaknya kenangan cerita kita,
kini bebas menuju cita yang berbeda.