peran media sosial dalam gaya bahasa warga Indonesia
Memenuhi tugas artikel oleh Dosen Pengampu: Drs. Widiyanto Ekoputro, M.A.
Anggota Kelompok: 1.Achmad Rio Aridiansah
2.Achmad Fadli Firmansyah
3.Febrian Faris R
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM GAYA BAHASA WARGA INDONESIA SAAT INI
Media sosial saat ini telah menjadi hal yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan kita saat ini,khususnya di Indonesia dengan banyak media sosial yang beredar saat ini seperti tiktok,Instagram,dan X(TWITER) media sosial ini telah banyak memberikan kita informasi kita terkait banyak hal yang ada didunia ini khususnya hal-hal yang sedang marak saat ini seperti pengaruh budaya barat.Topik kali ini akan membahas tentang pengaruh media sosial pada perubahan gaya Bahasa warga Indonesia saat ini.
Warga Indonesia saat ini sedang menjadi kelompok yang paling banyak menggunakan media sosial dari mulai orang tua,remaja,anak-anak mengingat Indonesia menjadi salah satu negara pengguna media sosial terbanyak didunia saat ini,hal ini juga yang menjadi penyebab banyaknya warga Indonesia yang mulai mengikuti perkembang trend saat ini khususnya pengaruh trend yang ada di negara barat seperti penggunaan Bahasa Indonesia yang bercampur dengan Bahasa Inggris seperti.
Literally me atau Gak maksense ,Bahasa seperti ini mungkin sering kita dengar disekitar kita mengapa hal ini bisa terjadi?
Pengaruh media sosial yang juga didukung oleh influencer saat ini
Menurut pendapat kami pengaruh budaya barat yang saat ini sedang tersebar di media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perubahan gaya Bahasa warga Indonesia saat ini hal ini karna Masyarakat dapat mengetahui hal-hal yang ada diluar sana hanya melalui layar hp/smartphone mereka,gaya Bahasa ini tidak hanya sebatas pada percakapan santai namun juga sering digunakan oleh para influencer di media sosial untuk menarik perhatian para pengguna media sosial,para influencer ternyata juga memiliki pengaruh besar terhadap perubahan gaya Bahasa warga Indonesia saat ini,hal ini dipicu oleh keberadaan influencer yang sering menggunakan gaya Bahasa seperti ini dalam konten mereka,yang kemudian diikuti oleh pengikut mereka.Menurut penelitian dari Kompas(2024),warga Indonesia Indonesia khususnya GEN Z menggunakan Bahasa campuran seperti ini tidak hanya semata-mata hanya mengikuti trend kekinian saat ini namun penggunaan bahasa seperti ini juga mereka gunakan sebagai ajang pamer terkait pengetahuan mereka terhadap Bahasa inggris
Kontroversi
Meski penggunaan gaya Bahasa merupakan kebebasan berekspresi masing-masing individu namun ada kontroversi terkait penggunaan gaya Bahasa campuran ini sedikitnya pemahaman dan penerimaan gaya Bahasa yang tergolong baru khususnya bagi para warga Indonesia yang kurang begitu memahami trend terkini atau bahkan tidak mengikuti perkembangan teknologi saat ini sehingga tidak memiliki akses untuk menerima infornasi seperti ini.Penggunaan Bahasa seperti ini dianggap tidak formal,kasar atau tidak sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang sebenarnya,hal ini menjadi kontroversi dikalangan mereka yang mempertahankan penggunaan Bahasa Indonesia yang lebih baku dan formal hal ini tentu akan berakibat pada menurunya Tingkat pemahaman seseorang yang tidak familiar dengan media sosial saat ini yang bisa berakibat mereka akan semakin tertinggal mengenai isu-isu terkini di media sosial yang tidak hanya membahas tentang gaya Bahasa saja,hanya karna satu penyebab mereka akan menganggap bahwa semua isi media sosial itu sama saja.
KESIMPULAN
Hal positif
Tidak hanya hal buruk pengaruh media sosial ini juga memiliki pengaruh baik yang dapat kita manfaatkan diantaranya
1. Penyebaran Informasi yang Cepat dan Efisien
Bahasa yang digunakan di media sosial, yang sering kali singkat dan padat, memungkinkan penyebaran informasi secara cepat.
2. Peningkatan Kreativitas dalam Berbahasa
Penggunaan meme, visual, dan video pendek sebagai bagian dari komunikasi digital tidak hanya menyederhanakan cara berkomunikasi, tetapi juga mendorong warga indonesia untuk lebih kreatif dalam mengekspresikan ide dan perasaan mereka.
3. Pelestarian Budaya Lokal
Hal negatif
1. Munculnya dan seringnya berita yang menggunakan gaya Bahasa asing dan tidak sesuai kondisi fakta membuat masyrakat mudah terpengaruh oleh kabar atau berita
2. Pengaruh dampak budaya asing masuk ke dalam negeri yang tidak sesuai dengan pedoman atau undang-undang dalam negeri
3. Masyarakat kurang mengenal Bahasa baku sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar
Walaupun media sosial dipengaruhi oleh bahasa global, platform ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal. Banyak warga Indonesia yang menggabungkan bahasa daerah dengan bahasa Indonesia atau bahkan bahasa asing dalam konten mereka, yang membantu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke audiens yang lebih luas.