Failed to load core.php Meniti Pendidikan Hingga Ke kota Seberang dan Kembali Untuk Mengabdi di Tanah Kelahiran – Prestasi Muda
  • 082226622031
  • dutaprestasimuda@gmail.com
  • Sultan Hadlirin, Jepara, Jawa Tengah
Kisah inspiratif
Meniti Pendidikan Hingga Ke kota Seberang dan Kembali Untuk Mengabdi di Tanah Kelahiran

Meniti Pendidikan Hingga Ke kota Seberang dan Kembali Untuk Mengabdi di Tanah Kelahiran

KH Fathur Rohman Lahir Pada tahun 1959, Bertepatan di desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Beliau merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok pesantren Roudlotul Muslim yang berada di Rt 05 Rw 02 Desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.

Putra dari Muslimin Salah satu pemuka agama juga seorang mantri sunat, dan Cucu dari Abu khasan yang dapat dikatakan beliau adalah penyebar agama Islam pertama di Desa Suwawal. Terlahir dari latar belakang keluarga yang merupakan Salah satu Pemuka agama di Desa Suwawal, manjadikan beliau menjadi sosok yang juga meniti Serta memperdalam ilmu keagamaan sejak dini. Mulai dari Menimba ilmu di PGA hingga ke Pesantren-pesantren kota seberang.

Perjalanan Pendidikan Keagamaannya di Mulai dari PGA, Beliau lulus pada Usia 18 tahun Kemudian Kembali melanjutkan Pendidikan di Pondok pesantren. Beliau Menimba ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Saripan Jepara, Hingga kemudian Menimba ilmu lagi di Pondok Pesantren Al Ichsan Brangkal Sooko Mojokerto. Memiliki Keahlian Otomotif Secara otodidak menjadikan hal tersebut menjadi sebuah hobi setra kebiasaan beliau diluar Kehidupan Pondok pesantren.

Pada tahun 1982 Beliau Mempersunting Istri Nikmatin Farida, Putri dari KH. Chusen Ichsan yang merupakan Kiyai Pondok Pesantren Al Ichsan. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniahi 5 Putra dan 3 Putri. Selepas menikah beliau Kembali menimba ilmu pendidikan lagi di pondok pesantren Bareng Kudus. Namun tak berselang lama beliau diminta untuk pulang dan mendirikan Pondok pesantren di tanah kelahirannya. Sehingga pada tahun1983 beliau mendirikan Pondok Pesantren Roudlotul muslimin di desa Suwawal Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara.

Kehidupan Karirnya pun dimulai, Beliau pernah menjabat sebagai Guru di MTs Mathalibul Huda Mlonggo dan Madrasah Alawiyah Heru Cokro Sinanggul. Selain menjalani Profesi Sebagai Seorang Guru Beliau juga mewarisi keahlian dari Bapak dan Kakeknya untuk Menjadi Seorang mantri sunat.

Beliau Wafat di usia 53 tahun tepatnya pada tahun 2012, Meninggalkan 1 Istri dan 8 orang anak. Pondok Pesantren yang telah beliau dirikan pun tak berhenti bagitu saja, kini terus dikembangkan dan tetap berjalan di bawah asuhan Putra pertamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.