
Letih tiada ujung
Ada badai yang menderu, dalam sunyi tersembunyi,
Di balik senyum dan tawa yang kerap terpancar,
Seperti senja yang tenggelam perlahan, tanpa bunyi,
Namun meninggalkan gelap, mengisi ruang hambar.
Tak terlihat luka, tapi terasa dalam hati,
Seperti angin yang menyapu tanpa jejak nyata,
Di bawah topeng kuat yang selalu kupakai pagi ini,
Ada riak gelisah, yang tak pernah sepenuhnya reda.
Kadang lelah datang mengikat erat langkahku,
Dan dunia terasa berat di pundak tanpa suara,
Namun kutahu, ada terang di ujung sendu,
Setiap helaan napas, kuingatkan diri untuk bersuara.
Di dalam sunyi, aku belajar menerima,
Mengurai luka dan tawa yang tersimpan lama,
Meski perlahan, kuingin berdamai dengan jiwa,
Menyambut hari dengan hati yang perlahan lega.