Puisi

Ingin pulang, padahal sudah di rumah
Ada dinding yang bicara dalam sunyi,
retakan kecil merayap di hati.
Riuh angin menyusup malam,
menyisakan dingin yang kelam.
Di ruang tamu yang dulu penuh tawa,
kini bisu, terpaku luka.
Bayangan langkah pergi menjauh,
membawa hangat, sisakan keluh.
Setiap sudut menyimpan cerita yang pilu,
sisa cinta yang tak lagi satu.
Tawa palsu, senyum pudar,
bercermin pada hati yang terbakar.
Namun di balik semua yang hancur,
tersimpan harap yang masih terukur.
Walau berat jalan menanti,
aku bertahan, merajut mimpi.
Diasti_
0
Tags :