Failed to load core.php Puisi – Page 4 – Prestasi Muda
  • 082226622031
  • dutaprestasimuda@gmail.com
  • Sultan Hadlirin, Jepara, Jawa Tengah

Akhir

AKHIRAmelia Novita Gosal Saat dunia berhenti nantiKuingin duduk diam di suatu tempatMenatap langit yang mulai runtuhMelihat semuanya hancur dalam kedipan mata Saat dunia berhenti nantiAku kan melihat apa yang tersisa kan menemui akhirAku takkan ketakutan untuk dunia yang berakhirAku kan tabah melihat semuanya musnah Saat dunia berakhir nantiKu akan berlari menuju dirimuBersama kita melihat dunia yang hancur leburDan kehidupan kita […]

Ayah

Ayah Karya : Julius Telaumbanua   Ayah….. Menguras keringat demi mencari nafkah Untuk diriku yang masih kecil ini ayah Menjagaku dan mengajariku arti kehidupan   Sang pahlawan hidupku…. Melindungiku dari terpaan badai apapun Rela menyembunyikan luka di hatinya Ayah selalu memberi kebahagiaan Ayah rela melakukan segalanya demi diriku Ayah sanggup berkorban untuk langkah hidupku Selalu menemani dan memberiku kekuatan   […]

Saparuh Tubuh Ku

Separuh Tubuh Ku Karya : Julius Telaumbanua   Kau adalah rumah Begitu sederhana Yang beratapkan daun Adalah tempat aku melepas kepenatan   Tempat Dimana aku di lahirkan Awal aku bertumbuh Dan mengenal dunia ku Disitu aku merajut kebahagiaan   Sebelum aku mengenai Pendidikan Kau sekolah utama bagi ku Tempat aku merajut kata demi kata Hingga kini kau ku kenang selalu […]

Impian

Impian Karya : Julius Telaumbanua   Aku ingin melihat gedung yang bertingkat Menjulang menembus awan Tapi apa daya, aku tidak bisa melihat Aku hanya punya angan   Keindahan yang aku dengar Tak terbayang dalam ingatan Allah Maha Besar Aku simpan dalam indahnya iman   Kurangnya penglihatan Tidak menyurutkan iman dan keyakinan Aku percaya akan kuasa Tuhan Aku masih punya masa […]

Dunia Yang Berisik

DUNIA YANG BERISIKAmelia Novita Gosal Bisik bisik tanpa hentiWaktu bahkan tak mampu menghentikan Suara suara yang terus mengulirTanpa henti tanpa jeda Adalah aku yang bingungMendengar suara suara yang berisik Adalah aku yang tak menyukaiRangkaian suara yang tak bisa berhenti Di dunia yang berisik iniKegaduhan adalah teman akrabSuara adalah bisikan dengan alunan tanpa hentiDi dunia yang berisik iniAku kehilangan kata kata […]

Hari Pahlawan

HARI PAHLAWAN Amelia Novita Gosal Hai para pahlawan Yang gagah berani maju berperangTegar berdiri di garda terdepanPantang takut melawan musuh Hai para pahlawan Tertumpah seluruh darah demi membela bangsaGugur demi kehidupan bangsa Indonesia Berani berjuang demi tanah air tercinta Hai para pahlawan Jasamu kan kami kenang sepanjang masaTerima kasih gagah berani membela bangsaBeristirahatlah dalam ketenangan abadiBiarkan kami melanjutkan perjuanganmu

Tanah air tercinta

Tanah ini basah oleh air mata dan darah,   Gugur satu demi satu jiwa-jiwa teguh,   Demi harapan yang kini kita genggam,   Mereka berikan hidup, tak surut langkah.   Di setiap jejak yang tertinggal di bumi,   Ada janji yang tak pernah terhapus waktu,   Mengalir dalam darah kita yang merdeka,   Untuk terus membela tanah ini sepenuh jiwa.   Wahai negeriku, simpanlah nama mereka,   […]

Untuk pahlawan bangsa

Di tanah yang subur, berlumur darah,   Jejak mereka terukir indah,   Pahlawan berjuang, tiada lelah,   Untuk meraih kemerdekaan megah.     Mereka tak gentar, di medan perang,   Teriakan merdeka menggema lantang,   Semangat membara, tak pernah hilang,   Di hati mereka, negeri berbayang terang.     Kini kita melangkah, warisi tekad,   Jasamu abadi, pahlawan yang hebat,   Pada jiwa-jiwa muda, semangat bersemat,   Membangun bangsa dengan hati […]

Langkahku

Langkahku Karya : Julius Telaumbanua   Sebuah kaki kecil yang mulai melangkah Berharap banyak yang menunngunya di ujung sana Sebuah Langkah yang sedang memulai petualagannya Melewati labirin yang begitu Panjang   Hingga itu mulai kewalahan Satu persatu rintangan itu mulai datang Membuat ku kesulitan untuk melangkah Hingga langkah ku mulai tertatih   Melewati begitu banyak rintangan Jatuh dan bangkit lagi […]

Awan kelam

Kisah awan kelam, membawa angin ke barat, Menyapa langit, sepi dalam isyarat. Di bawahnya, manusia berkaca dalam lirih yang berat, Mencari arti dalam mendung yang erat.   Namun, dibalik kegelapan, ada harapan yang tersembunyi, Bersama gerimis yang nanti akan berhenti. Awan mendung pun pergi membawa sepi, Membiarkan mentari hadir kembali.