Failed to load core.php ameliagosal31 – Prestasi Muda https://prestasimuda.com Bangun Generasi dengan Prestasi Wed, 13 Nov 2024 05:59:27 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 https://prestasimuda.com/wp-content/uploads/2025/09/cropped-Desain-tanpa-judul-4-32x32.png ameliagosal31 – Prestasi Muda https://prestasimuda.com 32 32 Akhir https://prestasimuda.com/akhir/ https://prestasimuda.com/akhir/#respond Wed, 13 Nov 2024 05:59:27 +0000 https://prestasimuda.com/akhir/ AKHIR
Amelia Novita Gosal

Saat dunia berhenti nanti
Kuingin duduk diam di suatu tempat
Menatap langit yang mulai runtuh
Melihat semuanya hancur dalam kedipan mata

Saat dunia berhenti nanti
Aku kan melihat apa yang tersisa kan menemui akhir
Aku takkan ketakutan untuk dunia yang berakhir
Aku kan tabah melihat semuanya musnah

Saat dunia berakhir nanti
Ku akan berlari menuju dirimu
Bersama kita melihat dunia yang hancur lebur
Dan kehidupan kita menuju akhir

]]>
https://prestasimuda.com/akhir/feed/ 0
Jalan Pulang Menuju Senja https://prestasimuda.com/jalan-pulang-menuju-senja/ https://prestasimuda.com/jalan-pulang-menuju-senja/#respond Tue, 12 Nov 2024 04:32:33 +0000 https://prestasimuda.com/jalan-pulang-menuju-senja/ JALAN PULANG MENUJU SENJA
Amelia Novita Gosal

“Kemanapun hidup akan membawaku, percayalah Senja, aku akan selalu pulang kepadamu,” begitu ikrarku saat berusia 22 tahun kepada gadis manis dihadapanku, Senja yang berumur 19 tahun. Kami berdua telah bersahabat sejak berusia 1 tahun dan menjadi tidak pernah terpisah saat itu.

Mutasi kerjaan papaku akhirnya membawa kami sekeluarga menuju London. Perpindahan kami akhirnya sampai juga ditelinga Senja. Senja bahkan sampai dititik ngambek dan enggan berbicara denganku.

Segala cara kuutarakan. Hingga akhirnya Senja luluh juga. Kukatakan padanya bahwa aku akan selalu mengingat dirinya. Aku takkan melupakan sahabat sedari aku kecil.
“Bas, jangan pernah lupakan aku,” katanya sedih, dengan wajah menunduk.
“Percayalah Senja, aku akan selalu pulang kepadamu,” itulah kata terakhir yang aku ucapkan kepadanya.

Sebelum aku pergi, aku menitipkan hadiah kepada Ibunya Senja. Senja masih di kampus saat aku hendak pamit. Aku menitipkan kado itu dan sekalian pamit kepada keluarga Senja. Keluarga Senja selalu berada di hatiku. Begitu juga Senja.

Sebelum berangkat ke London, aku mengirim pesan kepada Senja dan ia membalas akan selalu menunggu diriku. Selalu. Aku bersyukur ia baik baik saja.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kado yang ia terima. Ia akan selalu menjaganya.

Tak kusangka, menata hidup baru di London membawaku kepada kesibukan yang padat. 2 tahun pertama tinggal di London, aku masih sering intens menghubungi Senja.
Kami masih aktif saling bertukar kabar melalui sosial media masing-masing. Terkadang aku rindu padanya. Namun, kambali lagi, kehidupan disini menyita banyak waktuku.

Sesekali, aku memang melihat sosial media Senja, dari sana, aku bisa melihat segala aktivitasnya.
Aku tidak enak mau menghubunginya. Kami sekarang punya kehidupan yang berbeda.

6 tahun berikutnya, aku mendengar kabar, Senja akan segera menikah. Aku terkejut dan tidak bisa berkata apa apa.
Namun aku turut senang mendengarnya. Sebagai kejutan, aku akan pulang untuk menghadiri pernikahannya.

Pulang ke Indonesia membawa banyak nostalgia.
Pernikahan Senja 2 hari lagi dan aku sudah membawa hadiah yang sudah dari 4 tahun lalu kusiapkan. Aku memang pernah membeli hadiah untuknya. Namun tidak pernah bisa memberikannya.
Untuk menebusnya, aku rela meninggalkan pekerjaan untuk cuti dan terbang jauh jauh untuknya.

Sehari sebelum pernikahannya, aku menemui Senja.
“Kak, Kak Baswara?” teriaknya senang. Ia berlari memelukku dan mengatakan sangat bahagia sekali melihatku. Sudah 5 tahun lebih kami tidak pernah bertemu.
“Selamat ya Senja. Aku tidak nyangka, cewek jutek kayak kamu akhirnya nikah. Inii, ada hadiah untuk kamu. Anggap aja hadiah pernikahan dariku. Selamat ya,” ujarku saat berhasil menenangkan Senja.
“Baiklah Kak, makasih ya sudah hadir. Akuu, senang Kak Baswara datang, eh mama eh tante apa kabar, Kak,” dan begitulah percakapan bergulir mengenai banyak hal.

Saat akhirnya Senja resmi menikah, sebagian hatiku sakit. Aku akui aku pernah menyukai dan mencintai dirinya. Namun aku berusaha tepis, karena tidak enak membumbui persahabatan ini dengan kisah cinta. Aku beberapa kali pun berpacaran, dekat, berteman dengan banyak wanita, tapi tidak ada yang se-klop dengan Senja. Sesaat ia dan suami selesai Ijab Kabul, ia melihatku dari kejauhan. Nampak kami hanya menatap dalam diam. Setelah kuperhatikan dengan seksama, dalam acara pernikahannya, ia memakai hadiah dariku.

Acara resepsi pun berjalan lancar namun aku tidak mengikuti hingga selesai. Aku harus kembali ke London. Aku pamit dengan seluruh keluarganya dan aku bahkan tidak mampu berpamitan dengan Senja.

7 tahun berlalu saat itu. Aku pun lebih banyak merenung. Dihadapanku beberapa dokumen perceraian dengan mantan istriku. Kami sepakat bercerai setelah membina 6 tahun pernikahan. Kami berpisah baik-baik. Kabar tidak mengenakkan pun terdengar olehku dari Senja. Suaminya sakit keras, dan sekarang suaminya kini berpulang.

Entah panggilan dari mana, aku pulang menuju Indonesia. Menemui Senja.
Tiba di Indonesia, tanpa basa basi aku segera menuju rumahnya.
Suaminya telah dimakamkan dan kudapati Senja diam, tidak berdaya. Ia seperti patung diantara orang di rumahnya yang hendak mempersiapkan tahlilan.
Saat ku pegang pundaknya perlahan akhirnya ia menangis sejadi-jadinya dihadapanku.

Entah bagaimana,setelah banyaknya rentetan kejadian dalam kehidupan kami berdua, kami akhirnya bersama. Namun hal yang luar biasanya adalah saat ini aku dan Senja sedang duduk berdua menunggu akad nikah kami. Kami tersenyum dan saling menatap dengan salah tingkah. Seluruh hidupku ternyata menuju hidupnya Senja.
Kini aku tahu, aku akan mencari jalan pulang menuju Senja.

]]>
https://prestasimuda.com/jalan-pulang-menuju-senja/feed/ 0
Dunia Yang Berisik https://prestasimuda.com/dunia-yang-berisik/ https://prestasimuda.com/dunia-yang-berisik/#respond Sun, 10 Nov 2024 16:17:13 +0000 https://prestasimuda.com/dunia-yang-berisik/ DUNIA YANG BERISIK
Amelia Novita Gosal

Bisik bisik tanpa henti
Waktu bahkan tak mampu menghentikan
Suara suara yang terus mengulir
Tanpa henti tanpa jeda

Adalah aku yang bingung
Mendengar suara suara yang berisik
Adalah aku yang tak menyukai
Rangkaian suara yang tak bisa berhenti

Di dunia yang berisik ini
Kegaduhan adalah teman akrab
Suara adalah bisikan dengan alunan tanpa henti
Di dunia yang berisik ini
Aku kehilangan kata kata tak bersuara

]]>
https://prestasimuda.com/dunia-yang-berisik/feed/ 0
Hari Pahlawan https://prestasimuda.com/hari-pahlawan/ https://prestasimuda.com/hari-pahlawan/#respond Sun, 10 Nov 2024 05:35:53 +0000 https://prestasimuda.com/hari-pahlawan/ HARI PAHLAWAN
Amelia Novita Gosal

Hai para pahlawan
Yang gagah berani maju berperang
Tegar berdiri di garda terdepan
Pantang takut melawan musuh

Hai para pahlawan
Tertumpah seluruh darah demi membela bangsa
Gugur demi kehidupan bangsa Indonesia
Berani berjuang demi tanah air tercinta

Hai para pahlawan
Jasamu kan kami kenang sepanjang masa
Terima kasih gagah berani membela bangsa
Beristirahatlah dalam ketenangan abadi
Biarkan kami melanjutkan perjuanganmu

]]>
https://prestasimuda.com/hari-pahlawan/feed/ 0
Rindu Ibu https://prestasimuda.com/rindu-ibu/ https://prestasimuda.com/rindu-ibu/#respond Fri, 08 Nov 2024 05:28:29 +0000 https://prestasimuda.com/rindu-ibu/ RINDU IBU
Amelia Novita Gosal

“Jangan terlalu malam tidurnya ya, nanti kamunya sakit,” kataku saat melihat adikku satu satunya sedang sibuk belajar, bahkan hingga tengah malam. Iya hanya mengiyakan dengan gumaman.

Karena khawatir apalagi musim pancaroba, aku membuatkan Dinda teh hangat dan beberapa roti panggang. Setelah kusodorkan snack tersebut, ia mengucapkan terima kasih dan ia berkata,”Ga usah khawatir kak. Dinda udah besar, bukan anak kecil lagi,” keluhnya.

Setelah meninggalkan kamarnya, tiba tiba aku melihat foto ibu. Foto Ibu masih awet terpajang di ruang tamu ini. Aku segera menuju foto ibu terpasang dan memegangnya. Dan ya, air mataku langsung menetes.

Sudah hampir 15 tahun Ibu meninggalkan kami semua. Tanpa aba aba, tanpa peringatan. Aku yang saat itu masih 6 tahun dan Dinda masih berumur 1 tahun. Kami benar benar tidak tahu kenapa ditinggal Ibu secepat itu. Semua keluarga menangisi kepergiannya dan meratapi nasih kami kedepan.

Ayah mengatakan kepada kami bahwa semuanya akan baik baik saja. Dan tentu saja, beberapa anggota keluarga bersedia mengurus kami. Hingga saat usia ku telah beranjak 12 tahun, aku mulai mengurus rumah dan ayah.

Sekarang, karena aku kangen Ibu dan sudah lama tidak mengunjunginya, aku sendirian pergi ke makam Ibu.
“Sekarang, kami sudah melewati banyak masa masa sulit, Bu. Ibu apa kabar? Lama ya Bu, kita sudah tidak ngobrol. Ayah baik-baik saja. Dinda sudah besar. Sudah hampir kuliah. Aku sudah kerja dari SMA Bu, bantu bantu Ayah. Nantilah kuliah. Gampang itu. Ibu baik baik disana ya, aku kangen Ibu,” begitu ucapanku saat tiba disana.

Setelah saat akan pulang, aku mengusap nisan Ibu, dan pamit kepadanya. Ntah kenapa, rinduku semakin membesar kepadanya. Air mataku kembali menetes dan aku beranjak pulang.

]]>
https://prestasimuda.com/rindu-ibu/feed/ 0
Kisah Masa Remaja https://prestasimuda.com/kisah-masa-remaja/ https://prestasimuda.com/kisah-masa-remaja/#respond Fri, 08 Nov 2024 04:41:28 +0000 https://prestasimuda.com/kisah-masa-remaja/ KISAH MASA REMAJA
Amelia Novita Gosal

Kembali aku mengenang sebuah kisah
Kala kita menjumpai kelulusan
Terkenang waktu yang tlah berlalu
Yang takkan bisa terulang kembali

Mengenang diriku masa remaja
Mengenang saat muda kita bahagia
Tiada kesusahan kita berjumpa
Kita bersorak untuk masa yang bebas

Jika bisa kembali kesana
Kan ku rekam seluruh kebahagiaan
Dalam memoriku yang paling terdalam
Kan kusimpan di dalam hatiku
Masa remaja yang bahagia selamanya

]]>
https://prestasimuda.com/kisah-masa-remaja/feed/ 0
Melirik Perjuangan Hebat Bu Retno Marsudi https://prestasimuda.com/melirik-perjuangan-hebat-bu-retno-marsudi/ https://prestasimuda.com/melirik-perjuangan-hebat-bu-retno-marsudi/#respond Wed, 06 Nov 2024 06:18:15 +0000 https://prestasimuda.com/melirik-perjuangan-hebat-bu-retno-marsudi/ MELIRIK PERJUANGAN HEBAT BU RETNO
MARSUDI
Amelia Novita Gosal

Siapa yang tidak mengenal Bu Retno Marsudi? Menteri Luar Negeri perempuan pertama yang berarti bahwa hal ini adalah pencapaian hebat untuk seorang perempuan terutama bidang ini digeluti oleh pria selama bertahun tahun.

Bu Retno mengaku bahwa ia datang dari keluarga yang biasa saja, bukan dari kalangan orang berada. Hal ini justru membuktikan bahwa jika kita bukan siapa siapa, kita masih selalu punya kesempatan untuk menjadi seseorang. Beliau mengatakan kesusahan dan keterbatasan bukanlah sekedar kata kata kosong belaka. Dan tentu saja menjalani profesi sebagai seorang diplomat tentu tidaklah mudah dimana profesi ini masih di dominasi oleh kaum lelaki

Mimpi sedari kecil ingin menjadi diplomat mengantarkan beliau menjadi Menteri Luar Negeri untuk kabinet Indonesia Maju. Melalui pekerjaannya sebagai diplomat, Bu Retno memberikan saya gambaran yang menarik karena menurut beliau, perempuan tetap bisa menjalani karir dan mengurus keluarga agar tetap cemerlang dan seimbang.

Nyatanya Bu Retno menjalani perannya dengan baik sebagai seorang diplomat yang dimana didominasi kaum lelaki yang lebih banyak tapi tetap menjadi ibu dan istri bagi keluarga.
Hal ini menjadi poin berarti karena Bu Retno sendiri membuktikan bahwa perempuan bisa menjalani kehidupan yang kita inginkan

Meneladani sikap Bu Retno memberikan saya pandangan baru bahwa kita harus berani bermimpi.
Kalau kita datang dari keluarga yang biasa justru seharusnya itu menjadi cambukkan agar tidak menyerah pada keadaan.

Dan terakhir untuk mengingatkan kita pada apa yang kita usahakan, saya ingin mengutip quote hebat dari Bu Retno.
Semua saya rencanakan, semua saya kejar karena saya tahu saya kalau saya enggak kejar, saya ga akan kemana mana karena saya bukan siapa siapa,” jadi kita harus juga seperti itu punya kemauan dan berani mengejar mimpi mimpi kita.

]]>
https://prestasimuda.com/melirik-perjuangan-hebat-bu-retno-marsudi/feed/ 0
Balada Jadi Dewasa https://prestasimuda.com/balada-jadi-dewasa/ https://prestasimuda.com/balada-jadi-dewasa/#respond Tue, 05 Nov 2024 18:01:21 +0000 https://prestasimuda.com/balada-jadi-dewasa/ BALADA JADI DEWASA
Amelia Novita Gosal

Aku berkisah dalam kekalutan
Seorang anak yang beranjak dewasa
Hidup dalam ketakutan
Dan terkadang berputus asa

Tahun berlalu begitu cepat
Menyisakan memori untuk dikenang
Aku dibawa kehidupan tanpa aba aba
Menyisakan tanda tanya akan jadi apa aku sekarang

Balada jadi dewasa
Menggiringku tanpa kesiapan
Menjebakku dengan segala urusan
Membuat pusing sekujur kepala

Balada jadi dewasa
Tak semenyenangkan kala berangan dulu
Waktu kecil aku ingin dewasa
Sekarang besarlah aku, bawalah aku jadi anak kecil seperti saat itu

]]>
https://prestasimuda.com/balada-jadi-dewasa/feed/ 0
Mencintaimu Di Waktu Yang Salah https://prestasimuda.com/mencintaimu-di-waktu-yang-salah/ https://prestasimuda.com/mencintaimu-di-waktu-yang-salah/#respond Mon, 04 Nov 2024 04:55:08 +0000 https://prestasimuda.com/mencintaimu-di-waktu-yang-salah/ MENCINTAIMU DI WAKTU YANG SALAH
Amelia Novita Gosal

Jika bahkan jasadku terkubur jauh di pelukan bumi
Aku kan tetap mencintai seluruh jiwamu
Biarkan jiwaku berkelana mencarimu
Hingga dimanapun kau berada

Ntah apakah aku kan bisa
Meratap rindu kepada langit
Menyuarakan isi hati yang sesak
Karena ragamu takkan bisa kumiliki

Hingga tiba aku lelah kepada sang waktu
Hingga rasa itu tlah menemui akhir
Aku kan tetap menyimpan seluruh cintaku
Disudut hatiku yang paling terdalam

Sayangku, kelak jika aku lahir di bumi kembali
Seluruh jiwa dan ragaku kan berkelana mencari dirimu
Ingatlah cintaku yang terbuat hanya untukmu
Agar semoga aku tak mencintaimu di waktu yang salah

]]>
https://prestasimuda.com/mencintaimu-di-waktu-yang-salah/feed/ 0
Aku Ingin Pulang https://prestasimuda.com/aku-ingin-pulang/ https://prestasimuda.com/aku-ingin-pulang/#respond Sun, 03 Nov 2024 07:26:14 +0000 https://prestasimuda.com/aku-ingin-pulang/ AKU INGIN PULANG
Amelia Novita Gosal

Aku ingin sekadar pulang
Mengistirahatkan diri yang berbeban berat
Meringkuk di bawah selimut hangat
Dalam pelukan ranjang yang nyaman

Aku ingin sekadar pulang
Membuang pikiran yang kini meracau
Kan kunikmati pikiran yang mengembara
Hingga lelap datang berkunjung

Aku ingin sekadar pulang
Kan kubawa tubuh ini dalam kesunyian dunia
Aku ingin menatap lama langit langit  rumah yang kian lapuk
Ditemani sang malam yang terus memeluk hampanya jiwa

]]>
https://prestasimuda.com/aku-ingin-pulang/feed/ 0